BANYAK opini yang dilansir media cetak atau pun elektronik yang menyebutkan bahwa pasangan calon presiden Megawati Soekarnoputri, yakni Prabowo Subianto dinilai masih punya peluang di Pemilu Presden (Pilpres) 2014. Pertanyaan dan persoalannya adalah darimana peluang tersebut diasumsikan? Terus terang, saya kurang sependapat dengan opini yang demikian itu. Saya akan setuju Prabowo masih akan punya peluang di Pilpres 2014, jika sekarang minimal menjadi Wakil Presiden atau calon wakil presiden terpilih. Jika ternyata tidak dan hanya menjadi calon wakil presiden yang kalah dalam Pilpres 2009. Maka harapan di Pilpres 2014 sebagai sesuatu yang nyaris tidak mungkin tercapai.Ada beberapa alasan dan pertimbangan mengapa saya berpikir semacam itu, diantaranya, Pertama adalah menyangkut usia Prabowo yang di tahun tersebut pasti bertambah. Dengan usia yang semakin tua, maka power atau pun tenaga dan kekuatan serta kharisma yang dimilikinya semakin luntur. Kedua, dukungan publik tentu tidak akan lebih bagus dari sekarang. Apalagi jika lawan politik yang bakal dihadapinya dalam Pilpres nanti mampu mengambil hati rakyat sedemikian rupa. Ketiga, nasib Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) sendiri belum tentu akan lebih baik dari kondisi saat ini. Artinya, perolehan suara partai tersebut akan jauh naik atau lebih turun masih akan kita lihat dalam lima tahun terakhir ini.
Keempat, Prabowo dan orang-orangnya pun harus berhitung dengan siapa kelak mereka harus bertanding. Jika lawan-lawan yang akan dihadapi adalah lawan-lawan yang sekarang dihadapinya. Kemungkinan Prabowo menang di Pilpres 2014 juga amat sangat tipis. Terlebih, sekali lagi, jika lawan politik yang dihadapinya mampu menjinakan hati dan pikiran para konstituen. Kelima, sistem dan paradigma masyarakat pemilih pasti akan terjadi pergeseran yang sangat luar biasa. Ini sejalan dengan pergantian generasi, dari generasi primordial kepada generasi yang melihat persoalan lebih kritis. Dengan perubahan generasi ini pasti akan berdampak terhadap sikap para pemilih sendiri. Gejala itu pun telah nampak dalam Pilpres bahwa kharisma seseorang ternyata tidak mampu meluluhkan hati para pemilih.
Keenam, adalah munculnya tokoh baru dari generasi saat ini yang akan menjadi petarung hebat di Pilpres 2014 nanti. Hal ini bukan mustahil akan terjadi. Jika di Amerika Serikat (AS) bisa muncul tokoh semacam Barack Husein Obama, tokoh yang sebelumnya tidak dikenal dan diperbincangkan publik. Mengapa di Republik ini tidak bisa ada tokoh semacam itu? Jika benar asumsi ini, maka tidak sebagaimana diopinikan sekarang bahwa Prabowo punya peluang di Pilpres 2014. Yang terjadi adalah sebaliknya, bahwa kemungkinan besar peluang Prabowo akan semakin kecil. Pertanyaannya adalah lantas apa yang harus dilakukan Prabowo?
Prabowo harus konsisten dan konsekwrn dengan sikapnya. Jika sekarang dia tengah mencari berbagai macam bukti tentang kecurangan Pilpres 8 Juli 2009. Maka terus dilakukan, jangan berhenti, putus asa atau mogok di tengah jalan. Dan hal tersebut tidak mungkin dilakukan sendirian dengan area penyelidikan yang sangat luas. Prabowo harus mampu mengerahkan semua potensi yang dimilikinya untuk membuktikan dugaannya. Di sisi lain, para orang dekat Prabwo juga tidak hanya menonton tanpa berbuat apa-apa, terutama mereka yang telah mendapatkan berkah dengan menjadi calon terpilih anggota legislative dari Partai Gerindra.
Dengan sikap konsisten dan konsekwen, serta militansi para orang dekatnya, kita sangat yakin, bahwa kemungkinan usaha tersebut akan membuahkan hasil. Mungkin tidak maksimal hasil yang dicapai. Namun apa pun itu pasti akan menjadi catatan dan perhitungan tersendiri bagi lawan politiknya. Paling tidak, jika sikap itu yang diambil, Prabowo telah menunjukan kepada publik bahwa dia memang bersungguh-sungguh untuk menjadi pemimpin kita. Usahanya tersebut, paling tidak akan mendekatkan Prabowo kepada konstituen yang kelak akan sangat bermanfaat, bilamana dia kembali mencalonkan diri menjadi calon presiden di Pilpres 2014.
Hal tersebut pernah pula dilakukan SBY. Dia menjadi presiden, usahanya bukan hanya dilakukan di tahun 2004. Namun jauh sebelumnya, paling tidak setelah dia dekat dengan istana. Secara sabar SBY melakoni perannya itu , sampai kemudian muncul peluang di Pilpres 2004. Jika Prabowo ingin menjadi presiden mendatang, maka lakukan sekarang juga. Jangan menunggu nanti, sebab lawan politik pun sekarang sudah melakukannya. Bahkan sudah lari sangat jauh yang nyaris sulit terkejar, kecuali dengan tenaga ekstra dan niat yang sungguh-sunggguh. Jika tidak percaya? Ya, silahkan kita lihat bersama